Brosur

Cetak Brosur lebih Mudah

Cetak brosur lebih mudah maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Hal ini akan sangat berpengaruh terhadap hasil cetakan, beberapa hal yang mempengaruhi sebelum proses pencetakan brosur ialah seperti image resolution atau resolusi gambar, ukuran, bleed atau, warna, font. Nah, berikut ini akan ada usalan tentang hal-hal yang perlu diperhatikan  sebelum cetak brosur.

Pertama yang harus diperhatikan adalah Image resolution. Image resolution merupakan resolusi gambar yang perlu diperhatikan ketika akan cetak brosur. Sebaiknya, image resolution atau resolusi gambar ini disesuaikan dengan media cetak yang menuntut high-quality print biasanya memiliki image resolution 300 ppi. Resolusi gambar yang  bawah 300 ppi biasanya tidak akan mendapatkan hasil cetak yang bagus. Namun terdapat pengecualian untuk beberapa media lain seperti spanduk, bilboard, surat kabar yang mana tidak terlalu menuntut image resolution tinggi.

Kedua, sebaiknya pastikan ukuran dimensi dari artwork/dokumen/images yang akan dicetak harus mempunyai ukuran dimensi yang telah sesuai dengan yang diminta atau diinginkan. Misalnya saja Anda akan  membuat brosur dengan ukuran A4 (21 cm X 29,7 cm), dengan demikian harusnya Anda telah memastikan  benar bahwa ukuran dokumennya telah sesuai.

Hal selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah bleed, sebaiknya Anda telah melebihkan sedikit halaman dokumen,  maksudnya adalah telah memberikan sedikit lebih lebar maupun sedikit lebih panjang dari ukuran sebenarnya. Misalnya saja Anda akan membuat membuat brosur yang mempunyai  ukuran A4 (21 cm X 29,7 cm) alangkah  lebih baiknya beri sedikit dari ukuran panjang sebenarnya yakni sekitar 0,5 cm dan lebarnya sekitar 0,5 cm. Selanjutnya pada area yang berada di luar dengan ukuran 21 cm X 29,7 cm tersebut dapat dinamakan denganarea bleed. Area bleed tersebut merupakan area yang akan ikut tercetak, akan tetapi setelah dicetak maka area bleed ini bisa dibuang atau dipotong sesuai dengan keinginan. Dengan hal tersebut maka Anda bisa memastikan bahwa semua elemen design berada pada area 21 cm X 29,7 cm ini.

Terdapat 2 pilihan  color mode yang bisa dipakai untuk cetak brosur yaitu:

RGB  merupakan jenis color mode yang bisa dipakai oleh computer screen, tablet,smartphone

CMYK merupakan pilihan color mode yang  bisa dipakai dalam proses cetak

Ketika pada saat proses design maka pilih color mode RGB, hal ini dengan pertimbangannya adalah ukuran file dengan color mode RGB lebih kecil, lalu terdapat  effect dan filter di Photoshop yang tidak bisa dipakai dengan color mode CMYK, color range yang lebih kaya di RGB. Setelah proses design telah selesai dan siap cetak brosur maka pastikan pilihan color mode yang digunakan CMYK. Jadi sebaiknya Anda tidak lupa untuk menerapkan perubahannya.

Ketika design sudah selesai dikerjakan lalu siap untuk dibawa ke tempat percetakan online SUKAPRINT.COM maka pastikan font yang dipilih juga ikut diteliti. Misalnya saja dalam artwork menggunakan font Calibri maka  pastikan font file Calibri  ikut disertakan filenya, akan tetapi terdapat cara yang lebih praktis apabila tidak ingin repot menyertakan font file untuk dibawa ke tempat percetakan yaitu dengan cara  outlining font . Outlining font ini dapat dipraktikkan pada Adobe Illustrator. Selanjutnya artwork selesai didesign  di Adobe Photoshop, lalu buka file tersebut di Adobe Illustrator dan bisa langsung melakukan outliningOutlining font ini bermaksud untuk merubah font menjadi objek vektor  sehingga bisa  mendapatkan hasil cetak brosur yang tajam.

Kini cetak brosur lebih mudah  bisa lewat online di sukaprint.com, tidak perlu diragukan lagi kualitas cetak brosurnya. Sudah banyak klien yang mempercayai kami dalam hal cetak brosur.